DEMAK – Suasana di Kantor Kecamatan Guntur, Sabtu (4/4/2026) lalu, ramai namun lesu. Di ruang utama, puluhan warga terdampak banjir beristirahat di atas tikar darurat. Beberapa lainnya duduk di teras, menatap jauh, seolah menunggu kabar baik dari rumah mereka yang terendam.
Di tengah kondisi itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir. Ia bukan cuma meninjau, tapi juga langsung berdialog dengan para pengungsi. Luthfi tampak menyimak keluh kesah warga sebelum kemudian menyerahkan bantuan secara simbolis. Bantuan itu sendiri jumlahnya tak sedikit, mencapai lebih dari Rp 236 juta. Sumbernya beragam, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Ketahanan Pangan, hingga PMI Jateng.
Namun begitu, bagi Luthfi, penyerahan bantuan itu baru langkah awal. Persoalan yang dihadapi jauh lebih kompleks.
“Kita mengatasi banjir ini tidak bisa parsial,” tegasnya usai menggelar rapat terbatas dengan Bupati Demak Eisti’anah dan jajarannya.
Ia menegaskan, penanganan harus komprehensif, menyeluruh dari hulu ke hilir. Parsial, kata dia, hanya akan jadi solusi sementara yang mudah terulang.
Selain soal infrastruktur, Luthfi juga menekankan hal yang lebih mendasar: pemenuhan kebutuhan warga. Di tengah situasi darurat, layanan dasar harus tetap jalan.
Artikel Terkait
BEI Rilis Daftar Saham dengan Kepemilikan Sangat Terkonsentrasi
Ahli ITERA Pastikan Cahaya Misterius di Langit Lampung adalah Sampah Antariksa
Bernardo Tavares Apresiasi Peningkatan Performa Persebaya Meski Masih Soroti Finishing
Real Madrid Tersungkur di Kandang, Barcelona Kokoh di Puncak Klasemen LaLiga