Langit malam Lampung sempat gempar. Benda bercahaya melesat, memancing tanya dan keheranan banyak warga. Tapi, jangan dulu berpikir tentang meteor atau bintang jatuh. Menurut para ahli, kemungkinan besar itu adalah sampah antariksa.
Dr. Annisa Novia Indra Putri, Kepala Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL), dengan tegas menyatakan hal itu.
"Fenomena langit di Lampung yang sedang heboh saat ini, bukan dari komet," ujarnya.
Ia menduga kuat objek tersebut adalah sisa badan roket satelit dari Cina yang sudah tak terpakai lagi. Jadi, lebih tepat disebut sebagai sampah satelit yang terbakar di atmosfer.
Analisis ini didasarkan pada pengamatan timnya. Gerakan benda itu dianggap tidak lazim. "Dari gerakan ataupun lintasan, bahkan dari pecahan yang ada di video, itu bukan ciri-ciri dari komet," jelas Annisa. Gerakannya terlihat lebih lambat jika dibandingkan dengan meteor pada umumnya.
Di sisi lain, kemungkinan itu berasal dari hujan meteor juga sangat kecil. Hujan meteor biasanya bersifat periodik dan terjadi di waktu-waktu yang bisa diprediksi. Komet pun, menurut Annisa, kecil kemungkinannya bisa pecah dengan cara seperti yang terekam dalam video viral tersebut.
Lalu, apakah benda itu akan jatuh dan membahayakan?
Tim observatorium masih terus melacak lintasannya untuk memastikan titik jatuh. Namun, Annisa sudah bisa memastikan satu hal: benda tersebut tidak akan menghujam wilayah Provinsi Lampung. "Tapi memang dari jalur lintasan di sekitar jam tersebut melewati daerah Lampung," tambahnya.
Fenomena ini ternyata tidak hanya disaksikan oleh warga Lampung. Menurut sejumlah laporan, cahaya misterius itu juga terlihat di daerah tetangga seperti Bengkulu dan Palembang. Jadi, hebohnya lumayan luas.
Artikel Terkait
Kebakaran Landa Auditorium Kampus Binus Cakra Jakarta Barat, 11 Mobil Damkar Dikerahkan
Menkeu Yakin IHSG Akan Menguat di Tengah Pelemahan Rupiah dan Ketegangan Global
Kejagung Tetapkan Pengusaha Tambang Sudianto Alias Aseng Tersangka Korupsi IUP di Kalbar
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Universitas Janabadra Diluncurkan Tepat 28 Tahun Jatuhnya Orde Baru