Ancaman Presiden AS Donald Trump yang memberi ultimatum 48 jam kepada Iran sepertinya hanya angin lalu. Komando militer pusat Iran tak menggubrisnya. Malah, mereka mengejek balik dengan kata-kata yang cukup pedas.
Lewat sebuah pernyataan resmi dari Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi menyebut ancaman Trump itu sebagai tindakan yang "tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh".
Tak cuma itu, Aliabadi juga menyoroti bahasa religius yang dipakai Trump dalam unggahannya di media sosial.
"Makna sederhana dari pesan ini adalah bahwa pintu neraka akan terbuka untuk Anda,"
demikian peringatan tegas yang disampaikan jenderal tersebut.
Artikel Terkait
Kejagung Tarik Kajari Karo dan Jaksa Usai Vonis Bebas Amsal Sitepu
DPR Kecam UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina sebagai Ancaman Genosida
ANDALAN dan Jejakin Kolaborasi Restorasi Mangrove dengan Teknologi Pemantauan
Menteri Fadli Zon Resmikan Revitalisasi Museum Cipari, Wujudkan Transformasi Museum Jadi Pusat Pengalaman