“Ini darurat pemahaman bacaan,” sambungnya.
Lalu, apa yang harus dilakukan? Rerie mendorong sejumlah langkah konkret. Pertama, peran orang tua harus aktif. Mendampingi anak saat menggunakan gawai, misalnya. Bukan sekadar melarang atau justru memberi gadget tanpa kontrol sama sekali. Itu bukan solusi.
Di sisi lain, pemerintah juga tak boleh tinggal diam. Rerie, yang merupakan legislator dari Dapil II Jawa Tengah ini, mendesak agar pajak buku dan pajak kertas segera dihapus. Tujuannya jelas: membuat harga buku lebih terjangkau. Dengan begitu, akses masyarakat terhadap bahan bacaan akan jauh lebih mudah.
Baginya, meningkatkan literasi anak bangsa harus jadi gerakan nasional. Bukan cuma tugas guru yang berjuang sendirian di dalam kelas.
Sebagai Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Rerie punya pandangan lebih jauh. Ia memperingatkan, jika generasi muda tidak dibekali kemampuan berpikir kritis sejak dini, daya saing bangsa ke depannya bakal terancam. Serius.
“Kedaulatan bangsa di masa depan sangat tergantung pada kemampuan anak-anak kita dalam memahami dan menyaring informasi,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Diskon Tiket Kapal Mudik 30% Tembus Target, 467 Ribu Penumpang Terdaftar
Ayah Tewas Dikeroyok Preman Saat Pesta Pernikahan Anak di Purwakarta
Panglima TNI Pimpin Upacara Pemakaman Mayor Zulmi, Prajurit Kopassus Gugur di Misi PBB Lebanon
Presiden Prabowo Lepas Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi PBB di Lebanon