Udara di Caracas masih terasa tegang. Tiga hari setelah operasi militer AS yang dramatis menangkap mantan pemimpin Nicolas Maduro, Presiden baru Venezuela, Delcy Rodriguez, angkat bicara. Dengan tegas ia membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Washington kini "menguasai" Venezuela. Bagi Rodriguez, kendali tetap berada di tangan pemerintahannya, bukan di tangan kekuatan asing manapun.
"Pemerintah Venezuela yang mengendalikan negara ini, bukan pihak lain," tegas Rodriguez, seperti dilaporkan AFP.
Ia menambahkan, "Tidak ada agen asing lain yang memerintah Venezuela."
Pernyataan keras ini sekaligus menunjukkan sikap ambivalennya. Di satu sisi, Rodriguez terlihat membuka pintu untuk kemungkinan kerja sama dengan Washington. Namun begitu, ia juga harus menjaga dukungan dari kelompok garis keras di dalam negeri, terutama yang punya pengaruh kuat di tubuh militer. Sebuah keseimbangan yang sulit.
Klaim Trump sendiri sebelumnya cukup bombastis. Ia menyatakan AS kini "bertanggung jawab" atas Venezuela. Tapi, dia juga memberi sinyal bahwa kerja sama dengan pemerintahan baru bisa saja terjadi. Syaratnya? Akses ke cadangan minyak Venezuela yang sangat besar itu.
Artikel Terkait
Ketika Panik Menyerang, Mengapa Kita Justru Berlari Menuju Bahaya?
Grup True Crime di Medsos Rekrut 70 Anak Indonesia untuk Ideologi Ekstrem
Keterangan Ahli Goyahkan Gugatan CMNP ke Hary Tanoe
Prabowo Ungkap Godaan Sogok dan Target MBG 2026 di Tengah Sawah Karawang