Pakar Logistik Soroti Perlu Reformasi Sistem Distribusi untuk Tekan Inflasi Ramadan

- Senin, 23 Februari 2026 | 19:00 WIB
Pakar Logistik Soroti Perlu Reformasi Sistem Distribusi untuk Tekan Inflasi Ramadan

Ramadan dan Idul Fitri selalu membawa pola yang sama: lonjakan permintaan bahan pokok, tekanan pada harga pangan, dan ancaman inflasi yang mengintai. Bukan hal baru, memang. Tapi, apakah kita harus terus menerima situasi ini sebagai rutinitas tahunan yang tak terelakkan?

Menurut para pelaku di lapangan, operasi pasar sesaat saja tak cukup. Perlu ada perubahan yang lebih mendasar. Yukki Nugrahawan Hanafi, dari Asosiasi Logistik Indonesia (ALFI), punya pandangan jelas soal ini.

Namun begitu, ia menekankan bahwa stabilitas jangka panjang hanya akan terwujud jika sistem distribusi kita sudah efisien, terhubung dengan baik, dan didukung data yang transparan. Tanpa itu, kita hanya akan terus memadamkan kebakaran, bukan mencegahnya.

Dari kacamata ekonomi, harga yang stabil jelas menguntungkan semua pihak. Masyarakat bisa bernapas lega, dunia usaha punya kepastian. Tapi kenyataannya? Gangguan di arus perdagangan, pasokan yang tak merata antar daerah, kemacetan di pelabuhan, plus minimnya data yang terintegrasi semua itu jadi bahan bakar utama gejolak harga.

Yukki melihat, mengendalikan inflasi pangan sangat erat kaitannya dengan biaya logistik yang efisien dan tata kelola yang akuntabel. Di sinilah kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha memegang peran krusial.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar