MURIANETWORK.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) secara intensif melakukan inspeksi mendadak (sidak) di berbagai pasar dan rumah potong hewan (RPH) di sejumlah kota selama Ramadan. Langkah ini bertujuan memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan komoditas pokok seperti daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras hingga menjelang Idulfitri. Hasil pemantauan awal menunjukkan kondisi pasokan di tingkat peternak dan RPH dalam keadaan cukup, dengan harga di tingkat konsumen secara umum masih berada dalam koridor Harga Acuan Penjualan (HAP).
Hasil Sidak di Depok: Pasokan Melimpah, Harga Stabil
Di Depok, sidak yang dilakukan pada Minggu (22 Februari 2026) di Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka mencatat harga yang relatif stabil. Harga telur ayam ras berada di kisaran Rp31.000 hingga Rp32.000 per kilogram, sementara daging ayam dijual antara Rp37.000 dan Rp40.000 per kilogram. Untuk daging sapi, harganya berkisar Rp140.000 per kilogram. Di lapangan, pasokan ayam di tingkat pedagang terpantau melimpah, dengan distribusi yang terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga.
Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menegaskan bahwa situasi harga masih dalam batas wajar.
“Harga daging ayam rata-rata masih berada di kisaran Rp37.000-Rp40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan harga tetap terjaga,” jelasnya.
Dinamika Harga di Bandung: Margin Pedagang Jadi Perhatian
Pemantauan di Bandung pada 20-21 Februari 2026 difokuskan di RPH Kabupaten Bandung dan Pasar Kiaracondong. Aktivitas pemotongan di RPH MBC tercatat rata-rata 15 ekor sapi per hari, dengan pasokan sapi siap potong yang cukup. Harga karkas di tingkat RPH berada pada rentang Rp105.000–Rp107.000 per kilogram, masih sesuai dengan acuan pemerintah.
Namun, di tingkat pengecer terlihat variasi. Daging sapi dijual pedagang antara Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, sedangkan untuk tipe has tertentu bisa mencapai Rp150.000 per kilogram atau sekitar 7% di atas HAP. Struktur harga ini mengindikasikan bahwa kenaikan lebih terjadi di tingkat hilir.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, mengonfirmasi bahwa tekanan harga tidak berasal dari rantai hulu.
“Harga karkas di RPH Rp105.000-Rp107.000 per kilogram masih dalam koridor acuan, sehingga kenaikan di pasar lebih pada margin di tingkat pedagang,” tuturnya. “Harga ayam hidup di kandang masih sesuai acuan, jadi yang perlu dijaga adalah stabilitas distribusi dan margin di hilir agar tetap wajar,” lanjut Makmun.
Untuk komoditas lain, harga daging ayam di Bandung tercatat Rp42.000 per kilogram (sekitar 5% di atas HAP), sementara harga ayam hidup dan telur justru masih di bawah acuan.
Perwakilan pelaku usaha, seperti Sekretaris Jenderal Pinsar, Mukhlis Wahyudi, dan Ketua Asosiasi Bandar Daging Jawa Barat, Baehaqi, menegaskan komitmen mereka untuk menjaga harga sesuai acuan dan memastikan distribusi lancar.
Kondisi Terkendali di Yogyakarta dan Sekitarnya
Sidak di Yogyakarta pada hari yang sama, Minggu (22/2), yang mencakup Pasar Beringharjo, Kranggan, Terban, dan Colombo, menunjukkan situasi yang terkendali. Harga daging sapi berkisar Rp125.000–Rp135.000 per kilogram, dengan harga karkas di RPH Giwangan dan Segoroyoso Bantul lebih rendah, yakni antara Rp95.000–Rp100.000 per kilogram.
Artikel Terkait
Pria di Palopo Meninggal Gantung Diri Usai Tunjukkan Perilaku Mengkhawatirkan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Khusus untuk Berantas Penipuan Haji dan Umrah