Ia lantas menekankan sebuah prinsip penting. "Harus ada guarantee keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian," tegasnya.
"They are peacekeeping, not peacemaking," lanjut Sugiono, menjelaskan perbedaan mendasar itu. "Mereka tidak dilengkapi untuk membuat peacemaking, perlengkapan dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, dan ini merupakan mandat dari PBB."
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong langkah evaluasi. Keselamatan personel di lapangan harus menjadi prioritas utama. Sugiono secara khusus meminta PBB untuk meninjau ulang prosedur keamanan bagi pasukan UNIFIL.
"Oleh karena itu, kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang diembankan kepada mereka," pungkasnya.
Harapan itu sederhana namun mendasar: agar setiap prajurit yang dikirim untuk merawat perdamaian dunia, dapat pulang dengan selamat ke tanah air.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Tekan Rupiah, Analis Soroti Peluang Obligasi dan Saham Domestik
Kopassus Berduka, Mayor Zulmi Gugur dalam Tugas Dikenang sebagai Teladan
Polres Metro Tangerang Kota Bekuk Dua Pelaku dan Sita Ribuan Butir Obat Keras Ilegal
Pasukan Israel Hancurkan 17 Kamera Pengawasan PBB di Lebanon Selatan