Indonesia Kecam Serangan di Lebanon, Desak PBB Jamin Keamanan Pasukan Perdamaian

- Sabtu, 04 April 2026 | 20:15 WIB
Indonesia Kecam Serangan di Lebanon, Desak PBB Jamin Keamanan Pasukan Perdamaian

Di Bandara Soetta, Sabtu (4/4) lalu, suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah tiga prajurit TNI. Mereka gugur dalam sebuah insiden di Lebanon, saat bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL). Pemerintah Indonesia tak tinggal diam. Reaksi keras langsung dilayangkan, mengecam penyerangan yang dinilai tak seharusnya terjadi di wilayah misi perdamaian.

Menteri Luar Negeri Sugiono, usai menghadiri prosesi tersebut, dengan tegas menyampaikan sikap Indonesia. Pemerintah, katanya, telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat luar biasa. Dan permintaan itu dikabulkan.

"Pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian, dalam hal ini UNIFIL," ujar Sugiono.

"Kemudian kita juga menuntut dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian," tambahnya.

Suaranya terdengar berat. Ia menyayangkan insiden ini. Menurutnya, wilayah operasi UNIFIL seharusnya menjadi zona aman, bukan tempat prajurit yang justru menjaga perdamaian menjadi sasaran.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar