Di Bandara Soetta, Sabtu (4/4) lalu, suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah tiga prajurit TNI. Mereka gugur dalam sebuah insiden di Lebanon, saat bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL). Pemerintah Indonesia tak tinggal diam. Reaksi keras langsung dilayangkan, mengecam penyerangan yang dinilai tak seharusnya terjadi di wilayah misi perdamaian.
Menteri Luar Negeri Sugiono, usai menghadiri prosesi tersebut, dengan tegas menyampaikan sikap Indonesia. Pemerintah, katanya, telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat luar biasa. Dan permintaan itu dikabulkan.
"Pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian, dalam hal ini UNIFIL," ujar Sugiono.
"Kemudian kita juga menuntut dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian," tambahnya.
Suaranya terdengar berat. Ia menyayangkan insiden ini. Menurutnya, wilayah operasi UNIFIL seharusnya menjadi zona aman, bukan tempat prajurit yang justru menjaga perdamaian menjadi sasaran.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Tekan Rupiah, Analis Soroti Peluang Obligasi dan Saham Domestik
Kopassus Berduka, Mayor Zulmi Gugur dalam Tugas Dikenang sebagai Teladan
Polres Metro Tangerang Kota Bekuk Dua Pelaku dan Sita Ribuan Butir Obat Keras Ilegal
Pasukan Israel Hancurkan 17 Kamera Pengawasan PBB di Lebanon Selatan