"Saya yakin mereka pasti harusnya kalau ajaran ini benar-benar diterapkan, mudah-mudahan perang ini tidak terlalu lama," ungkapnya. Alasannya jelas: dampaknya terlalu panjang dan merusak. "Tidak ada daerah mana pun yang diuntungkan dari perang ini."
Poin itu ia tekankan kembali. Menurut Gubernur, mustahil mencari pihak yang diuntungkan dari situasi seperti itu. Justru sebaliknya, semua terkena imbasnya. Kerugiannya merata, menyentuh segala aspek; dari kemanusiaan, tatanan sosial, hingga stabilitas ekonomi. Semua ikut menanggung bebannya.
Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Pramono juga bicara tentang Jakarta. Kota ini, katanya, harus menjadi rumah yang nyaman bagi semua golongan. Tanpa terkecuali.
Ia pun menyelipkan apresiasi untuk tuan rumah. Peran Muhammadiyah dalam merawat kerukunan ia puji, termasuk kontribusinya memodernisasi tradisi Halalbihalal. Ritual itu, di matanya, telah berubah jadi kekuatan perekat yang solid antarumat beragama di Indonesia. Sebuah warisan budaya yang punya nilai lebih dari sekadar seremonial.
Artikel Terkait
Libur Paskah, 56 Ribu Wisatawan Serbu Pantai Pangandaran
Menteri Yandri: Potensi Ekonomi Desa Kunci Sukses Program Makan Bergizi Gratis
BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Layanan Antrean Online via LAPAK ASIK
Komisaris Utama PGN Konversi Mobil Pribadi ke BBG sebagai Contoh Nyata