Densus 88 Antiteror Polri mengungkap ancaman teroris yang menargetkan anak-anak melalui platform digital. Lima pelaku berhasil mengidentifikasi 110 anak di 26 provinsi Indonesia yang direkrut melalui media sosial dan game online.
Ancaman serius terungkap ketika salah satu pelaku menyatakan rencana menyerang Gedung DPR RI. "Salah satu pelaku berkeinginan melakukan aksi di Gedung DPR RI. Ini yang membuat kami harus segera melakukan penegakan hukum," tegas Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana.
Jaringan ISIS Gunakan Metode Rekrutmen Baru
Pelaku merupakan anggota jaringan ISIS atau Ansharu Daulah yang beralih ke metode rekrutmen digital. Meski termasuk pelaku lama dalam jaringan terorisme, mereka mengembangkan teknik baru untuk menjangkau generasi muda.
Artikel Terkait
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga
Suami Tewas Ditikam di Pelukan Istri di Lubuklinggau, Pelaku Masih Diburu
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Hutan Rp11,4 Triliun ke Kas Negara