Kisah pilu masih menyelimuti Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pasca longsor menerjang. Di antara reruntuhan tanah dan bebatuan, ada cerita tentang seorang bapak yang tak henti mencari anaknya. Ada pula gambaran mengharukan tentang satu keluarga yang ditemukan tewas dalam pelukan.
Bencana ini memang berdampak luas, melibatkan puluhan warga. Data terbaru dari BNPB menyebutkan, korban jiwa di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda telah mencapai 17 orang. Dari angka itu, baru 11 jenazah yang berhasil dikenali.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan penjelasan.
"Tim Disaster Victim Identification (DVI) kini berhasil mengidentifikasi 11 jenazah dan 6 lainnya saat masih dalam proses identifikasi," ujarnya pada Senin (26/1/2026).
Sebelumnya, hingga Minggu (25/1), operasi Tim SAR gabungan sudah menghasilkan penyerahan 25 kantong jenazah. Angka ini sudah mencakup ke-11 jenazah yang teridentifikasi, sementara sisanya enam jasad masih menunggu proses lebih lanjut.
Proses identifikasi oleh tim DVI tentu bukan perkara mudah. Jika jenazah ditemukan dalam kondisi utuh dan dilengkapi dokumen, pekerjaan bisa lebih cepat selesai. Namun begitu, realita di lapangan seringkali lebih berat. Untuk potongan tubuh yang ditemukan, pencocokan data antemortem membutuhkan ketelitian ekstra dan waktu yang tidak sebentar. Itulah yang sedang dihadapi tim di tengah suasana duka yang masih sangat terasa.
Artikel Terkait
Mayapada Hospital Hadirkan Teknologi Kedokteran Nuklir PET-CT dan SPECT-CT untuk Deteksi Dini Kanker
Truk Mogok di Perlintasan, Kereta Api Dhoho Tabrak Dump Truk di Blitar
Warga Jerman Buron Imigrasi Selama Tiga Tahun karena Overstay Ditangkap di Bantul
Panglima TNI Tegaskan Komitmen Perkuat Pertahanan Siber Lewat Kolaborasi dengan BSSN