Ahli Gizi Ungkap Peran Minyak Zaitun Tingkatkan Penyerapan Nutrisi

- Selasa, 24 Februari 2026 | 05:15 WIB
Ahli Gizi Ungkap Peran Minyak Zaitun Tingkatkan Penyerapan Nutrisi

Lebih dari Sekadar Dressing: Rahasia Minyak Zaitun Tingkatkan Gizi Makanan

JAKARTA – Sejak lama, minyak zaitun sudah punya reputasi bagus. Bukan cuma soal rasa yang khas, tapi juga gelar sebagai salah satu bahan makanan paling sehat di dunia. Tapi tahukah Anda? Manfaatnya ternyata lebih dari yang kita kira. Minyak ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bisa benar-benar meningkatkan nilai gizi dari makanan yang kita santap, baik untuk masak maupun sebagai saus.

Menurut para ahli gizi, termasuk yang dirangkum Verywell Health, minyak zaitun itu spesial. Ia bukan sumber lemak sehat biasa. Fungsinya lebih seperti katalis, membantu tubuh kita menyerap lebih banyak nutrisi dari apa yang kita makan.

Di sisi lain, rahasianya terletak pada komposisinya. Minyak zaitun kaya akan antioksidan dan didominasi lemak tak jenuh tunggal, terutama asam oleat. Kombinasi inilah yang memainkan peran penting bagi kesehatan secara menyeluruh.

Membuka Pintu Penyerapan Vitamin

Pernah merasa makan salad sayur mentah terasa kurang ‘nendang’ bagi tubuh? Mungkin kurang lemak. Senyawa dalam minyak zaitun ternyata membantu tubuh menyerap vitamin-vitamin yang larut dalam lemak seperti A, D, E, dan K dengan lebih efektif. Proses optimal ini terjadi saat minyak zaitun dipadukan dengan sayuran atau sumber fitonutrien lain.

“Sejumlah nutrisi dalam sayuran hijau, seperti vitamin K dan antioksidan tertentu, lebih mudah diserap tubuh jika ada lemak sehat,” begitu penjelasan para pakar.

Intinya, menambahkan siraman minyak zaitun pada salad atau tumisan sayur bukan cuma untuk rasa. Itu adalah trik sederhana untuk melipatgandakan manfaat gizinya.

Jantung pun Berterima Kasih

Selain jadi ‘pembuka pintu’ nutrisi, manfaat klasik minyak zaitun untuk jantung sudah terkenal. Lemak tak jenuh tunggal di dalamnya dikenal bisa menekan kolesterol jahat (LDL) sambil menjaga kolesterol baik (HDL).

Namun begitu, kelebihannya tak berhenti di situ. Ada juga antioksidan kuat seperti polifenol yang berjaga-jaga, melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif. Belum lagi sifat anti-inflamasinya. Senyawa bioaktifnya disebutkan berperan mengurangi peradangan dalam tubuh, yang tentu saja berdampak positif bagi kesehatan jangka panjang.

Pakai dengan Cara yang Pas

Lalu, bagaimana cara memakainya agar manfaatnya maksimal? Para ahli punya sejumlah saran simpel.

Pertama, jadikan ia dressing utama untuk salad. Padukan dengan sayuran hijau, tomat, atau alpukat yang kaya vitamin larut lemak. Hasilnya akan jauh lebih baik.

Kedua, khusus untuk minyak zaitun extra virgin, disarankan ditambahkan di akhir setelah masakan matang. Alasannya, minyak ini tidak ideal dipanaskan pada suhu sangat tinggi. Memasaknya bisa merusak nutrisi berharga yang dikandungnya. Lebih baik tuang di atas makanan yang sudah jadi.

Terakhir, padankan selalu dengan makanan kaya fitonutrien. Sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian semuanya akan ‘bersinergi’ lebih baik dengan minyak zaitun. Tubuh pun akan lebih mudah menyerap segala kebaikan yang ada.

Meski segudang manfaatnya, ingat satu hal: minyak zaitun tetaplah lemak. Konsumsinya harus diperhatikan, digunakan dalam porsi sedang sesuai kebutuhan harian. Tujuannya jelas, agar manfaat optimal bisa kita dapat tanpa berlebihan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar