Rabu (22/4) lalu, suasana di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, ramai oleh kunjungan kerja. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, turun langsung mengecek persiapan program Sekolah Rakyat. Yang menarik perhatian Teddy, meski lokasinya cuma selangkah dari hiruk-pikuk ibu kota, masih banyak anak di sini yang sama sekali belum merasakan bangku sekolah.
"Jarak dari kantor saya tadi mungkin cuma lima kilometer," ujar Teddy, dengan nada prihatin yang jelas terdengar.
"Tapi dalam jarak sedekat itu pun, masih kita temukan anak Indonesia yang putus sekolah, bahkan ada yang belum pernah sekalipun merasakan pendidikan."
Ucapan itu disampaikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LAN, Pejompongan. Menurutnya, kondisi inilah yang kini jadi perhatian utama Presiden Prabowo Subianto. Makanya, lewat Kementerian Sosial, digulirkanlah program Sekolah Rakyat. Intinya sederhana: memastikan tidak ada lagi anak yang terlewatkan.
"Bapak Presiden punya keinginan kuat agar semua anak dapat kesempatan yang sama. Lewat pendidikan yang layak, masa depan mereka bisa dibangun dengan lebih baik," jelas Teddy.
Nah, program ini rupanya tak cuma sekadar urusan kelas dan buku. Teddy menekankan, Sekolah Rakyat dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar para peserta didik secara menyeluruh. Dari atap untuk berteduh, makanan bergizi, sampai layanan kesehatan, semuanya dijamin.
"Percayalah," katanya meyakinkan.
"Di sini nanti anak-anak akan dapat jaminan tempat tinggal, gizi, kesehatan, plus tentu saja pendidikan yang berkualitas. Semuanya dipikirkan."
Artikel Terkait
SDN Sukabumi Selatan 07 Olah Sampah Dapur Jadi Ekoenzim dalam Rangka Hari Bumi
Pemkot Surabaya Luncurkan Program Wisata Medis dengan Delapan RS Bersertifikasi
Jakarta dan Shenzhen Sepakat Jalin Kerja Sama Kota Kembar
Kemenperin Musnahkan Ribuan Alat Pemadam Api Tanpa Sertifikat SNI