Jakarta – KPK kembali mengingatkan Kementerian Perindustrian. Kali ini, peringatan itu menyangkut tata kelola investasi di 175 kawasan industri, dengan nilai yang tak main-main: hampir Rp6,74 triliun hingga 2025. Potensi risikonya, kata KPK, perlu diwaspadai sejak awal.
Upaya pencegahan ini diperkuat lewat koordinasi lanjutan antara kedua lembaga pada Kamis pekan lalu. Intinya, mereka ingin memastikan proyek-proyek besar ini berjalan mulus, tanpa noda.
Menurut Dian Patria, Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, pengawasan ketat justru untuk memberi kepastian hukum bagi para investor. Situasinya cukup pelik, mengingat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia masih menjadi tantangan.
“Faktor ekonomi turut memengaruhi Indeks Persepsi Korupsi sebab lebih banyak bersinggungan dengan perusahaan asing,” ujarnya.
Sejak Maret lalu, tim gabungan sudah blusukan ke sejumlah kawasan industri strategis. Mereka meninjau langsung tempat-tempat seperti Jababeka, Surya Cipta di Karawang, hingga KEK Industropolis Batang dan Kawasan Industri Candi.
Dari sana, beberapa titik rawan mulai terpetakan. Proses perizinan, penanaman modal, dan pengembangan kawasan disebut sebagai fase-fase yang rentan.
“Kami mendorong pengelola kawasan berperan membantu pemerintah dengan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi,” tegas Dian.
Di sisi lain, peran pemerintah daerah dinilai krusial. Pemda tak cuma mengurusi perizinan, tapi juga harus memastikan infrastruktur pendukung tersedia dan tanggung jawab sosial perusahaan berjalan.
Artikel Terkait
FAO Catat Kenaikan Harga Pangan Global Kedua Kalinya Berturut-turut
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perairan Mentawai, Belum Ada Laporan Kerusakan
PSM Makassar Ditahan Imbang Persis Solo 1-1 di BRI Liga 1
Minibus Mogok di Rel Ditabrak Kereta Api Putri Deli di Kisaran, Sopir Selamat