Tony Setia Boedi Hoesodo, sang Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN), baru-baru ini melakukan langkah nyata. Bukan sekadar wacana di ruang rapat, ia memilih untuk mengonversi kendaraan pribadinya agar bisa menggunakan bahan bakar gas atau BBG. Langkah ini, meski terlihat personal, sebenarnya punya pesan yang lebih luas: upaya serius mendorong ketahanan energi nasional lewat sumber yang lebih bersih.
Teknologi yang dipasang di mobilnya adalah converter kit. Alat ini memungkinkan sistem dual fuel, artinya mobil bisa pakai BBM biasa atau beralih ke BBG. Caranya? Cukup tekan tombol di sekitar kemudi. Praktis dan fleksibel untuk aktivitas harian.
Ia lalu menjabarkan alasannya. Selain lebih ramah lingkungan, ada keuntungan ekonomis yang jelas. Harga BBG stabil di angka Rp4.500 per liter, yang berarti bisa menghemat biaya bahan bakar. Daya tempuhnya juga diklaim lebih jauh.
Nah, soal keamanan, proses pemasangannya tak main-main. Semua dikerjakan oleh teknisi bersertifikasi, dengan standar ketat. Mulai dari penempatan tabung gas hingga sistem distribusinya dirancang cermat. Ini sekaligus jadi sinyal bahwa teknologi BBG sudah makin siap dan aman untuk digunakan publik.
Artikel Terkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Tiga Lainnya Terluka
Real Madrid Hadapi Mallorca dalam Duel Hidup-Mati di LaLiga
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit Garuda Gugur di Lebanon
Presiden Prabowo dan Para Petinggi Negara Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon