Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 menjadi momentum bagi PT Pertamina (Persero) untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui transformasi bisnis, inovasi berkelanjutan, serta pengelolaan risiko yang adaptif di tengah dinamika global yang terus berkembang. Semangat kebangkitan nasional dijadikan landasan bagi perusahaan energi pelat merah itu untuk terus bergerak maju menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Dalam rangka memperingati Harkitnas 2026, Pertamina menggelar upacara bendera di Gedung Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, pada Rabu (20/5). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh para perwira Pertamina Grup, mulai dari lingkungan holding, subholding, hingga anak perusahaan services. Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.
Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan Harkitnas tahun ini merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi melalui perlindungan generasi penerus bangsa sekaligus memperkuat kemandirian nasional di berbagai sektor strategis, termasuk energi. “Di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat,” ujar Siddik dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Menurut Siddik, semangat Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang baik dalam menjaga keberlanjutan energi nasional. “Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan energi melalui pengelolaan risiko yang adaptif. Bagi Pertamina, pengelolaan risiko yang terintegrasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan operasional dan memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga,” ujar Siddik.
Ia menambahkan, ketahanan energi sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global sekaligus memastikan keberlanjutan energi bagi generasi mendatang. “Pertamina terus memperkuat tata kelola risiko di seluruh lini bisnis, penguatan aspek HSSE, transformasi digital, serta pengembangan energi rendah karbon guna menghadapi tantangan energi masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan bahwa Harkitnas menjadi momentum penting bagi seluruh perwira Pertamina untuk terus membangkitkan semangat nasionalisme dan memperkuat kontribusi dalam menjaga ketahanan energi bangsa. “Semangat inilah yang harus terus dipupuk di lingkungan Pertamina. Mari bangkitkan semangat nasionalisme, selain itu Pertamina terus mengembangkan kemampuan untuk menjaga amanah mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Baron.
Menurut Baron, semangat kebangkitan nasional juga perlu diwujudkan masyarakat melalui dukungan terhadap kemandirian energi nasional, salah satunya dengan menggunakan energi secara bijak. “Banyak langkah yang bisa kita lakukan di antaranya bijak dalam menggunakan energi. Kalau ini dilakukan secara bersama-sama, maka dampaknya pasti akan terasa besar. Ini juga adalah bagian dari kebangkitan nasional,” tutup Baron.
Artikel Terkait
Wamendagri Bima Arya: City Branding dan Ekosistem Jadi Kunci Pengembangan Pariwisata Daerah
Satpol PP Jakarta Pusat Tertibkan Lapak Pedagang Hewan Kurban di Trotoar Tanah Abang dan Johar Baru
Kemlu Akan Pantau Respons Internasional terhadap Pembentukan Danantara sebagai BUMN Ekspor Komoditas
PGN Amankan Pasokan Gas Bumi Nasional Lewat Sejumlah Kesepakatan Strategis di IPA Convex 2026