Kementerian Keuangan akan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa, 7 Juli 2026, dengan target indikatif Rp32 triliun. Pemerintah menawarkan sembilan seri obligasi negara berdenominasi rupiah dengan kupon berkisar 5,87500 persen hingga 7,12500 persen dan nilai nominal Rp1 juta per unit.
Lelang ini merupakan bagian dari upaya memenuhi target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa penerbitan surat utang ini ditujukan untuk menutup sebagian kebutuhan pembiayaan negara.
Dari sembilan seri yang ditawarkan, tiga di antaranya merupakan penerbitan baru, yaitu SPN01260808, SPN12261008, dan SPN12270708. Sisanya adalah penjualan kembali (reopening) dari seri-seri sebelumnya, seperti FR0109, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102, dan FR0105.
Kupon terendah sebesar 5,87500 persen diberikan pada seri FR0109 yang jatuh tempo pada 15 Maret 2031. Sementara itu, kupon tertinggi sebesar 7,12500 persen melekat pada seri FR0106 dan FR0107, dengan jatuh tempo masing-masing pada 15 Agustus 2040 dan 15 Agustus 2045.
Meski target indikatif lelang ini Rp32 triliun, pemerintah memiliki wewenang untuk menyesuaikan volume penjualan, baik melebihi maupun kurang dari angka tersebut. Hal ini sesuai dengan praktik lelang sebelumnya, di mana pemerintah kerap menyerap dana tidak persis sesuai target.
Pada lelang sebelumnya, 23 Juni 2026, total penawaran yang masuk mencapai Rp46,5 triliun, sedikit menurun dari lelang sebelumnya yang Rp46,6 triliun. Saat itu, pemerintah menargetkan Rp36 triliun, namun hanya menyerap Rp30 triliun.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan Raup Rp32 Triliun dari Lelang SUN Pekan Depan
Purbaya Lantik Tiga Dirjen Baru, Ingatkan Pentingnya Kelola APBN Hati-Hati
Pemerintah Tambah Investasi Rp1,96 Triliun ke Tiga Lembaga Keuangan Internasional pada 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp1,96 Triliun ke Tiga Lembaga Keuangan Internasional