Iran Akan Kenakan Biaya Layanan di Selat Hormuz, China dan Negara Sahabat Dapat Perlakuan Khusus

- Minggu, 05 Juli 2026 | 23:00 WIB
Iran Akan Kenakan Biaya Layanan di Selat Hormuz, China dan Negara Sahabat Dapat Perlakuan Khusus

Iran menyatakan akan memberlakukan biaya layanan bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, dengan memberikan perlakuan khusus kepada China dan negara-negara lain yang dianggap bersahabat. Langkah ini muncul di tengah ketidakpastian setelah kesepakatan sementara dengan Amerika Serikat yang membebaskan kapal komersial dari biaya selama 60 hari berakhir.

Dalam kesepakatan awal yang ditandatangani Iran dan AS bulan lalu, kapal-kapal komersial diizinkan melintasi jalur perairan strategis itu tanpa dikenakan biaya selama 60 hari. Namun, hingga kini belum jelas kebijakan apa yang akan berlaku setelah masa tersebut habis. Sementara negosiasi untuk penyelesaian permanen masih berlangsung, AS menegaskan tidak akan mengizinkan Iran mengenakan tarif atau biaya kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz dalam kesepakatan akhir.

Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, menyampaikan hal itu dalam World Peace Forum di Beijing pada Sabtu. Ia mengatakan Iran tengah bekerja sama dengan Oman untuk menyusun pengaturan baru terkait Selat Hormuz.

"Sebagai negara yang Selat Hormuz merupakan bagian dari wilayah perairan teritorialnya, kami tentu akan mengenakan biaya layanan," kata Fazli, seperti dilansir Aljazeera, Minggu (5/7/2026).

Pengaturan tersebut akan mencakup jaminan keamanan pelayaran, pengawasan lalu lintas kapal, serta penanganan dampak lingkungan akibat tingginya volume kapal yang melintas. Kantor berita Iran, NourNews, mengutip pernyataan Fazli bahwa "pertimbangan khusus" akan diberikan kepada China dan negara-negara sahabat lainnya dalam menentukan besaran maupun jenis biaya layanan.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan energi global. Pada masa damai, sekitar seperlima pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia melewati selat ini. Jalur tersebut sempat nyaris ditutup Iran selama perang yang dimulai akhir Februari, memicu lonjakan harga energi global. Pada April, AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan selatan Iran untuk menekan ekspor minyak Iran.

Fazli menegaskan bahwa Selat Hormuz kini telah menjadi isu keamanan selama empat bulan pascaperang AS-Iran. Pengaturan baru akan disusun melalui kerja sama dengan Oman, dan kedua negara yang berada di kedua sisi selat telah membentuk komite bersama untuk menentukan pengelolaan jalur perairan strategis tersebut.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags