Pemprov Jateng Bangun VIP Room Baru di Lanud Adi Soemarmo Boyolali Rp12,6 Miliar

- Kamis, 21 Mei 2026 | 18:45 WIB
Pemprov Jateng Bangun VIP Room Baru di Lanud Adi Soemarmo Boyolali Rp12,6 Miliar

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai pembangunan gedung VIP Room baru di Lanud TNI AU Adi Soemarmo, Boyolali, sebagai langkah strategis memperkuat citra dan layanan gerbang udara utama di wilayah tersebut. Gedung seluas 2.013 meter persegi itu dirancang menjadi fasilitas representatif untuk menyambut tamu negara, pejabat VVIP, serta mendukung aktivitas penerbangan haji dan umrah internasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa proyek ini bukan sekadar kebanggaan bagi Lanud Adi Soemarmo, melainkan juga simbol kemajuan Provinsi Jawa Tengah. “Tamu negara maupun tamu VVIP nantinya bisa diterima dengan lebih representatif di VIP Room ini,” ujarnya setelah menghadiri acara peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pembangunan gedung baru tersebut merupakan bagian dari upaya mempercantik sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas di salah satu pintu masuk utama Jawa Tengah melalui jalur udara. Selama ini, kondisi VIP Room yang ada dinilai sudah tidak memadai untuk mendukung pelayanan kenegaraan dan aktivitas penerbangan yang terus berkembang. Gedung baru akan dibangun lima kali lebih luas dibanding bangunan lama, dari sebelumnya sekitar 400 meter persegi menjadi 2.013 meter persegi.

Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp12,6 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026. Pemerintah menargetkan pembangunan rampung pada Desember 2026. Luthfi menambahkan, keberadaan fasilitas representatif di bandara menjadi simbol kemajuan dan keramahan daerah, terutama karena Jawa Tengah kini memiliki dua pintu masuk udara berstatus internasional, yakni melalui Solo dan Semarang.

Menurutnya, peningkatan fasilitas ini juga selaras dengan pengembangan Bandara Adi Soemarmo sebagai bandara internasional khusus haji dan umrah. Oleh karena itu, kolaborasi antara Pemprov Jawa Tengah dan TNI AU dinilai penting untuk mendukung peningkatan layanan publik dan konektivitas wilayah. “Ini akan menunjang layanan haji dan umrah serta memperkuat aktivitas penerbangan di Jawa Tengah. Mau tidak mau fasilitasnya harus ditingkatkan mengikuti perkembangan daerah,” kata Luthfi.

Selain menjadi gerbang udara strategis, Lanud dan Bandara Adi Soemarmo juga terhubung langsung dengan jaringan Tol Trans Jawa. Hal ini menempatkan bandara tersebut pada posisi vital dalam mobilitas nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Staf TNI AU, Muhammad Tonny Harjono, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan VIP Room sebenarnya telah diwacanakan sejak beberapa tahun lalu. Renovasi terakhir dilakukan pada 2016, sehingga diperlukan pembaruan fasilitas yang lebih modern dan representatif. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menginisiasi pembangunan tersebut setelah proses koordinasi dimulai sejak 2023.

“Saya berterima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah atas dukungannya. Mari kita kawal bersama agar pembangunan ini selesai tepat waktu dan dapat segera dimanfaatkan,” paparnya. Menurut Harjono, kondisi bandara beserta fasilitas VIP menjadi salah satu wajah pertama yang dilihat tamu saat datang ke suatu daerah. Pembangunan VIP Room baru di Adi Soemarmo diharapkan mampu merepresentasikan keramahan, budaya, dan kemajuan Jawa Tengah di mata tamu nasional maupun internasional.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar