Pemilik Saham PYFA (Pyridam Farma): Struktur Kepemilikan dan Profil Perusahaan
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) merupakan emiten sektor kesehatan yang berfokus pada produksi obat-obatan dan alat kesehatan. Perusahaan yang telah berdiri sejak 1976 ini memulai bisnisnya dengan memproduksi obat hewan sebelum akhirnya melakukan diversifikasi ke obat untuk manusia pada tahun 1985.
Sejarah dan Perkembangan Bisnis Pyridam Farma (PYFA)
Pyridam Farma memiliki sejarah panjang dalam industri farmasi Indonesia. Pada tahun 1993, perusahaan memisahkan divisi obat hewan dan manusia untuk meningkatkan fokus bisnis. Kemudian di tahun 1995, PYFA membangun pabrik di Cibodas, Jawa Barat yang menjadi pusat produksi utama perusahaan hingga saat ini.
Portofolio Bisnis dan Lini Produk PYFA
PYFA mengoperasikan dua lini bisnis utama: farmasi dan alat kesehatan. Segmen farmasi mencakup produksi obat resep (generik bermerek, generik non-merek, dan obat lisensi), produk dermatologis seperti derma filler dan skin booster, serta obat bebas (OTC) berupa vitamin dan suplemen. Sementara segmen alat kesehatan menyediakan peralatan medis untuk rumah sakit dan laboratorium.
Struktur Kepemilikan Saham PYFA Terkini
Berdasarkan laporan bulanan per 30 September 2025, struktur kepemilikan saham PYFA didominasi oleh Rejuve Global Investment dengan porsi 60,45% atau setara 6,79 miliar saham. Pemegang saham mayoritas lainnya adalah PT Asuransi Jiwa Starinvestama dengan kepemilikan 5,09% (572 juta saham), sementara publik menguasai 34,44% saham perusahaan.
Penerima Manfaat Utama dan Manajemen
Lee Ee Ling tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham PYFA. Rejuve Global Investment yang menjadi pengendali utama PYFA dipimpin oleh Lee Yan Gwan yang menjabat sebagai Direktur Utama Pyridam Farma.
Performance Saham PYFA di Bursa Efek Indonesia
PYFA tercatat sebagai perusahaan publik sejak 16 Oktober 2001 dengan melakukan Initial Public Offering (IPO) sebanyak 120 juta saham pada harga Rp105 per saham. Hingga perdagangan 24 Oktober 2025, saham PYFA ditutup pada level Rp515 per saham dengan kinerja kenaikan 10,52% dalam satu bulan terakhir.
Informasi mengenai pemilik saham PYFA ini memberikan gambaran lengkap tentang struktur kepemilikan dan perkembangan perusahaan farmasi yang telah berpengalaman lebih dari empat dekade di Indonesia.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020