PT Bank Syariah Indonesia (BSI) telah menetapkan target ambisius untuk penyaluran pembiayaan sektor perumahan pada tahun ini, dengan optimisme tinggi bahwa realisasinya akan melampaui rencana awal guna memperluas akses hunian bagi masyarakat. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan keyakinannya bahwa seluruh target tersebut dapat tercapai bahkan ditingkatkan, sejalan dengan komitmen perseroan mendukung program pemerintah di bidang perumahan.
Dalam pemaparannya di kantor pusat BSI, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026), Anggoro merinci bahwa target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan tahun ini mencapai Rp1,2 triliun. Sementara itu, untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), perseroan menargetkan pembiayaan sebanyak 5.540 unit rumah. Hingga Maret, sebanyak 1.250 unit telah terealisasi dan akan terus dikejar. "Limit kredit perorangan berada di angka Rp500 juta, sedangkan dari sisi supply atau pengembang bisa mencapai Rp5 miliar sebagai bentuk spirit kami melakukan yang terbaik bagi rakyat," ujar Anggoro.
Di sisi lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, mengungkapkan bahwa intervensi pemerintah saat ini berlangsung masif untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penghapusan biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang selama ini kerap menjadi beban tambahan bagi konsumen rumah subsidi.
Tidak hanya dari sisi pembiayaan, Kementerian PKP juga bergerak cepat dalam penyediaan lahan dengan menggandeng Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Lahan-lahan strategis milik negara di wilayah perkotaan akan dioptimalkan untuk pembangunan rumah susun subsidi guna mengatasi backlog hunian di daerah padat penduduk. "Kami sudah mendapatkan dukungan dari Pak Nusron Wahid (Menteri ATR/BPN) terkait lahan-lahan di Jakarta seperti Kelapa Gading dan Kabupaten Tangerang yang sangat cocok untuk rumah susun subsidi," kata Ara.
Lebih lanjut, Ara berharap BSI dapat segera melakukan peletakan batu pertama pembangunan di lokasi-lokasi strategis tersebut pada tahun ini. Cakupan wilayah yang menjadi prioritas meliputi Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera Utara. "Guna memastikan hunian layak bagi buruh, guru, hingga aparat TNI-Polri," tegasnya.
Artikel Terkait
Menbud Fadli Zon: Secangkir Teh Jadi Jembatan Diplomasi Budaya Indonesia-China
Rodri Kritik Jadwal Padat Usai City Gagal Pertahankan Gelar Liga Primer
Aksi Kamisan Peringati 28 Tahun Reformasi Sorot Pelanggaran HAM di Papua hingga Gaza
Ratusan Mahasiswa UNS Ikuti Talkshow Fintech: Waspadai Pinjol Ilegal dan Penipuan Digital