“Makanya, kami minta ketiga SPPG yang terdampak segera memperbaiki fasilitasnya. Tujuannya agar penyaluran MBG ke penerima manfaat tidak sampai terkendala,” tegasnya.
Selama ini, ada empat unit dapur SPPG yang aktif mendistribusikan MBG. Sasaran mereka bukan cuma peserta didik, tapi juga kelompok rentan atau yang sering disebut kelompok 3B meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah perkotaan. Jumlah penerima manfaatnya cukup besar, mencapai 13.114 orang di Kabupaten Kaimana.
Di sisi lain, BGN sendiri tak main-main dengan pengawasan. Pemantauan dan evaluasi dilakukan secara rutin. Penerapan SOP di setiap dapur diperketat. Semua penjamah makanan, misalnya, wajib memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi dari Dinas Kesehatan setempat.
Bahkan untuk posisi kunci seperti koki yang memimpin tiap dapur, sertifikasi profesional juga diwajibkan.
“Sebagian besar sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan,” pungkas Akmal, menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Target Pertumbuhan 5,4% Terancam Gejolak Harga Minyak dan Defisit APBN
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Lokasi Hari Ini untuk Perpanjangan SIM
Dubes Iran Temui Megawati, Sampaikan Pesan Soal Peran PBB di Tengah Konflik
BMKG Peringatkan El Nino Godzilla, Lahan Gambut Jadi Fokus Mitigasi