Pantau – Tiga dapur yang menyediakan makanan bergizi gratis di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, terpaksa ditutup sementara. Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil keputusan ini efektif mulai 1 April 2026. Penyebabnya? Fasilitas pengolahan air limbah di ketiga lokasi itu dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Pengumuman resmi disampaikan oleh Koordinator Program Makan Bergizi Gratis Wilayah Kaimana, Akmal Rahman, di Manokwari pada Jumat lalu.
“IPAL-nya belum sesuai standar,” ujar Akmal, menjelaskan alasan pokok di balik penghentian operasi itu. “Karena itu BGN menghentikan sementara sejak 1 April, tepat sebelum masa liburan sekolah dimulai.”
Ketiga dapur yang dimaksud adalah SPPG Kaimana Kota 1, SPPG Kaimana Kota 3, dan SPPG Kaimana 5. Langkah ini, menurut Akmal, adalah bentuk komitmen BGN untuk menjaga kebersihan dan keamanan pangan dalam program makan gratis tersebut. Standar tak bisa ditawar.
Nah, masa liburan sekolah yang berlangsung dari 2 hingga 6 April 2026 dimanfaatkan sebagai waktu perbaikan. Pengelola dapur diminta membenahi instalasi pengolahan air limbah mereka selama jeda itu.
“Kami berharap sebelum sekolah masuk lagi, ketiga SPPG ini sudah punya IPAL yang standar,” tambah Akmal. Logikanya sederhana: kalau operasional dapur mandek, produksi makanan bergizi gratis (MBG) juga ikut terhenti.
Artikel Terkait
Target Pertumbuhan 5,4% Terancam Gejolak Harga Minyak dan Defisit APBN
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Lokasi Hari Ini untuk Perpanjangan SIM
Dubes Iran Temui Megawati, Sampaikan Pesan Soal Peran PBB di Tengah Konflik
BMKG Peringatkan El Nino Godzilla, Lahan Gambut Jadi Fokus Mitigasi