Targetnya terhadap Kharazi jelas bukan tanpa alasan. Di balik statusnya sebagai mantan menteri, pria ini dikenal sebagai salah satu penasihat kunci Pemimpin Tertinggi Iran. Pengaruhnya dalam percaturan politik luar negeri Teheran sangat besar. Bahkan, ia aktif terlibat dalam berbagai upaya diplomatik internasional untuk menghentikan agresi militer yang menimpa negaranya. Serangan ke rumahnya seperti sebuah pesan yang keras.
Namun begitu, yang menarik justru respons warga. Meski malamnya dihantui dentuman, siang hari di Teheran seolah hidup dalam normalitas yang berbeda. Denyut kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dikabarkan masih berjalan, tanpa perubahan drastis yang terlihat. Mereka seakan sudah beradaptasi dengan keadaan yang luar biasa ini.
Pemerintah Iran tentu tidak diam. Reaksinya keras dan gamblang. Teheran dengan tegas menyatakan setiap agresi akan dibalas secara asimetris. Sasaran balasannya pun jelas: pangkalan udara, instalasi militer, dan titik-titik strategis AS di kawasan, serta wilayah Israel.
Pernyataan mereka tidak main-main. Iran bertekad tidak akan menghentikan serangan balasan ini. Syaratnya satu: Amerika Serikat dan Israel harus menghentikan total seluruh aktivitas militernya di wilayah kedaulatan Iran. Titik.
Artikel Terkait
Pelatih Arema Ungkap Alasan Taktik Bertahan Ketat Usai Imbang Lawan Malut United
Bareskrim Blokir 80 Rekening dan Periksa 90 Saksi dalam Kasus Dugaan Penipuan PT DSI Rp 2,4 Triliun
Satria Muda Pertamina Bandung Tumbangkan Rajawali Medan dalam Drama Tipis 89-87
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang