Hari ini dan besok, puncak arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 diperkirakan terjadi. Bagi yang baru tiba dari luar negeri, ada satu hal penting: wajib mengisi aplikasi 'All Indonesia'.
Intinya, aplikasi ini menggabungkan semua deklarasi kedatangan mulai dari imigrasi, bea cukai, sampai kesehatan ke dalam satu formulir digital. Praktis, kan?
Menurut Achmad Nur Saleh, Koordinator Fungsi Komunikasi Publik Ditjen Imigrasi, mengisi formulir ini lebih baik dilakukan sebelum tiba.
"Isiannya bisa dimulai tiga hari sebelum kedatangan. Dengan begitu, Anda bisa menghindari antrean panjang dan keribetan di bandara nantinya," jelasnya, seperti dikutip dari situs resmi Ditjen Imigrasi.
Lalu, bagaimana cara mengisinya? Pertama, akses aplikasinya dan pilih layanan. Anda akan diminta memilih status kewarganegaraan, WNI atau asing, untuk mengakses Kartu Kedatangan.
Setelah itu, masukkan data pribadi sesuai paspor. Jangan lupa detail perjalanan: nomor penerbangan, tanggal kedatangan, sampai alamat tujuan selama di Indonesia.
Nah, bagian berikutnya agak detail. Anda harus mengisi deklarasi kesehatan dan riwayat perjalanan 21 hari terakhir. Kalau membawa barang-barang khusus seperti hewan, ikan, atau tumbuhan, itu juga harus dilaporkan di bagian deklarasi karantina.
Terakhir, isi informasi tentang bagasi dan barang berharga. Misalnya, uang tunai dalam jumlah besar, barang kena cukai yang melebihi batas, atau perangkat komunikasi yang perlu pendaftaran IMEI. Kalau semua sudah lengkap, tinggal kirim formulirnya.
Begitu selesai, sistem akan menghasilkan sebuah kode QR. Kode tunggal inilah yang nanti Anda tunjukkan ke petugas di bandara entah dari Imigrasi, Bea Cukai, atau Karantina. Tak perlu lagi repot dengan banyak formulir kertas.
All Indonesia: Menyederhanakan Prosedur Kedatangan
Sebenarnya, kewajiban ini sudah berlaku sejak 1 Oktober 2025. Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, Agus Andrianto, bilang aplikasi ini dibuat untuk menyederhanakan prosedur dan tentu saja, meningkatkan kenyamanan penumpang internasional.
"Pintu gerbang negara kita itu seperti etalase bangsa. Pengalaman pertama yang dirasakan masyarakat internasional akan membentuk citra Indonesia," kata Menteri Agus dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya.
Dia menambahkan, sistem yang modern dan efisien ini adalah langkah pertama yang ditawarkan Indonesia kepada dunia. Menurutnya, kemajuan dalam pengelolaan data mencerminkan bangsa yang besar dan percaya diri.
"Ini cermin bangsa yang siap bersaing di panggung global, yang akhirnya bermuara pada akselerasi ekonomi nasional. All Indonesia adalah jawaban untuk optimalisasi pelayanan," ucapnya.
Dalam keterangan videonya, Menteri Agus menegaskan bahwa 'All Indonesia' kini menjadi satu-satunya sistem laporan kedatangan yang berlaku di semua bandara dan pelabuhan di tanah air. Aplikasi ini mengintegrasikan layanan keimigrasian, kepabeanan, kesehatan, dan karantina dalam satu platform, baik versi web maupun mobile.
Bagi yang mau mengunduh, aplikasinya tersedia di Google Play Store dan App Store. Tinggal cari saja namanya.
Artikel Terkait
Menkeu Yakin Ekonomi Indonesia Tembus Enam Persen pada 2027 Meski Geopolitik Global Tak Pasti
Puluhan Jemaah Umrah Laporkan Bos Hanania Travel ke Polda Metro atas Dugaan Penipuan Rp60 Miliar
Timnas Indonesia U-19 Optimis Hadapi Piala AFF 2026 Usai TC di Yogyakarta
Pemprov DKI Targetkan 12 Sistem Pompa Baru Beroperasi Penuh pada 2027 untuk Antisipasi Banjir