Sudah lebih dari sebulan langit Teheran tak pernah benar-benar sunyi. Hari Jumat, 3 April 2026, menandai hari ke-35 eskalasi serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terus mengguncang ibu kota Iran itu. Malam hingga dini hari adalah saat-saat paling mencekam, dengan ledakan-ledakan kerap menyasar jantung kota, bahkan menyentuh kawasan permukiman para pejabat tinggi.
Di tengah situasi yang makin panas, laporan dari lapangan menyoroti satu serangan yang dampaknya cukup personal. Menurut Agiel Laksamana Putra, koresponden Metro TV di Teheran, serangan pada tanggal 1 April lalu benar-benar menghantam rumah mantan Menlu Iran, Kamal Kharazi.
Akibatnya tragis. Istri sang diplomat dilaporkan tewas di tempat kejadian.
Sementara itu, Kamal Kharazi sendiri masih berjuang. Ia kini menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit, berusaha pulih dari luka-lukanya.
Artikel Terkait
Pelatih Arema Ungkap Alasan Taktik Bertahan Ketat Usai Imbang Lawan Malut United
Bareskrim Blokir 80 Rekening dan Periksa 90 Saksi dalam Kasus Dugaan Penipuan PT DSI Rp 2,4 Triliun
Satria Muda Pertamina Bandung Tumbangkan Rajawali Medan dalam Drama Tipis 89-87
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang