Tragedi ini ternyata merenggut korban lebih banyak. Tiga pekerja lain U (41), AJ (36), dan S (62) ikut mengalami sesak napas saat berusaha menolong. Mereka kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati. Kondisinya terus dipantau.
Dugaan sementara, semua korban mengalami sesak napas akibat menghirup gas beracun yang terperangkap di dalam tangki. Suasana pengap dan panas yang dirasakan para penyelamat sepertinya menguatkan teori ini.
“Para korban diduga menghirup gas yang keluar dari lokasi tersebut,” kata Budi.
Ia menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Tim penyidik telah memeriksa TKP secara mendalam dan mengumpulkan keterangan dari saksi mata. Fokusnya tidak hanya pada kronologi kejadian, tetapi juga pada kemungkinan ada unsur kelalaian.
“Kami melakukan penyelidikan intensif terkait kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di area proyek tersebut,” imbuhnya.
Insiden ini menyisakan duka mendalam dan pertanyaan besar. Bagaimana sebuah pekerjaan rutin bisa berakhir begitu tragis, merenggut nyawa empat orang sekaligus.
Artikel Terkait
Satria Muda Pertamina Bandung Tumbangkan Rajawali Medan dalam Drama Tipis 89-87
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang
Tiga Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kaimana Ditutup Sementara Gara-gara IPAL Tak Standar
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel