"Untuk jasad ini ikhtiar penyembuhannya ke dokter, karena dokter milik Allah, sementara ruh juga butuh diobati supaya saya nggak denial. Makanya saya baca Al-Qur'an supaya saya ikhlas menerima ujian sakit," lanjutnya.
Perjuangannya yang keras akhirnya membuahkan hasil. Pada 2017, kabar baik datang. Dokter menyatakan Aldi Taher telah sembuh dari kanker. Tentu saja, ini berkat kombinasi antara pengobatan medis yang dijalaninya dan kondisi mental yang terus dijaga.
Meski begitu, sebagai penyintas, Aldi tak lantas lengah. Hingga kini, ia tetap menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksakan diri. Hidupnya telah berubah.
"Saya alhamdulillah sembuh dari kanker, sekarang tetap penyintas, insyaallah badan saya sehat terus baca Al-Qur'an," ungkapnya penuh syukur.
Artikel Terkait
Sari Roti Ekspansi ke Industri Pakan Ternak, Manfaatkan Roti Sisa Produksi
Operasi Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Terduga Pelaku Penyerangan ke Tito Karnavian di 2012
Lebih dari 2.500 Pengunjung Padati Kawasan Monas Saat Libur Jumat Agung
Apindo Desak Pemerintah Beri Stimulus Terarah untuk Industri Padat Karya Antisipasi Dampak Perang