Di Samudera Hindia, tepatnya di selatan Banten, sebuah bibit siklon tropis telah terpantau. BMKG mencatatnya sebagai Bibit Siklon Tropis 98S, yang mulai terbentuk Rabu pagi (28/1) sekitar pukul tujuh waktu setempat.
Namun begitu, kabar baiknya datang dari perkiraan para ahli. Menurut BMKG pada Kamis (29/1), sistem cuaca ini punya peluang yang cukup rendah untuk benar-benar berubah menjadi siklon tropis penuh.
Meski begitu, kehadirannya tetap tak bisa dianggap remeh. Dampak tidak langsungnya sudah mulai terasa di beberapa daerah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi bakal mengguyur sejumlah wilayah, mulai dari Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, lalu merambah ke Banten dan Jawa Barat.
Yang perlu diwaspadai adalah kondisi gelombang laut. Di Selat Sunda, ombak diperkirakan setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara itu, kondisi yang lebih ganas dengan ketinggian gelombang 2,5 sampai 4 meter akan terjadi di perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Bali, Selat Lombok, serta perairan selatan dari Banten hingga Nusa Tenggara Timur.
Artikel Terkait
Izin Dicabut, Operasi Tetap Jalan: Kritik Pedas untuk 28 Perusahaan Pasca-Longsor
Hujan Deras Pagi Ini Lumpuhkan Rute Transjakarta
Rektor UGM Dikoreksi Sendiri: Dua Versi Kelulusan Jokowi dalam Video Resmi
DPR Minta Kasus Hogi Miyana Dihentikan, Penegak Hukum Akui Kekeliruan