Bibit Siklon di Selatan Banten: Ombak 6 Meter dan Hujan Lebat Mengancam

- Kamis, 29 Januari 2026 | 07:54 WIB
Bibit Siklon di Selatan Banten: Ombak 6 Meter dan Hujan Lebat Mengancam

Di Samudera Hindia, tepatnya di selatan Banten, sebuah bibit siklon tropis telah terpantau. BMKG mencatatnya sebagai Bibit Siklon Tropis 98S, yang mulai terbentuk Rabu pagi (28/1) sekitar pukul tujuh waktu setempat.

Namun begitu, kabar baiknya datang dari perkiraan para ahli. Menurut BMKG pada Kamis (29/1), sistem cuaca ini punya peluang yang cukup rendah untuk benar-benar berubah menjadi siklon tropis penuh.

“Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diprakirakan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan,”

Meski begitu, kehadirannya tetap tak bisa dianggap remeh. Dampak tidak langsungnya sudah mulai terasa di beberapa daerah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi bakal mengguyur sejumlah wilayah, mulai dari Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, lalu merambah ke Banten dan Jawa Barat.

Yang perlu diwaspadai adalah kondisi gelombang laut. Di Selat Sunda, ombak diperkirakan setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara itu, kondisi yang lebih ganas dengan ketinggian gelombang 2,5 sampai 4 meter akan terjadi di perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Bali, Selat Lombok, serta perairan selatan dari Banten hingga Nusa Tenggara Timur.

Lalu ada zona yang paling berbahaya. Di Samudera Hindia, khususnya di selatan Banten hingga Jawa Tengah, ombak bisa mencapai ketinggian yang mengkhawatirkan: 4 hingga 6 meter. Laut di sana bakal sangat kasar dan berbahaya.

Menyikapi hal ini, BMKG pun mengeluarkan imbauan khusus. Masyarakat yang tinggal di pesisir dan mereka yang beraktivitas di laut di wilayah-wilayah terdampak diminta untuk ekstra waspada. Ancaman hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi adalah nyata.

"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,"

Intinya, meski bibit badai ini diprediksi menjauh, efek sampingnya masih akan kita rasakan. Lebih baik bersiap-siap dari sekarang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar