Polisi Tegaskan Foto Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Adalah Hasil AI

- Minggu, 15 Maret 2026 | 19:35 WIB
Polisi Tegaskan Foto Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Adalah Hasil AI

Wajah dua orang yang disebut-sebut sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, tiba-tiba ramai beredar di media sosial. Namun, kabar itu langsung ditepis tegas oleh polisi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan gambar-gambar yang viral itu adalah buatan kecerdasan artifisial atau AI.

Budi mengungkapkan hal ini dalam keterangannya pada Minggu (15/3/2026). Menurutnya, foto hasil screenshot CCTV yang beredar itu menyesatkan.

"Kami juga menyampaikan bahwa ada perkembangan di lapangan termasuk di medsos (media sosial) adanya foto hasil screenshot CCTV dua orang yang tergambarkan," kata Budi.

"Kita yakini bahwa itu merupakan hasil dari AI, dan ini mungkin juga ada dugaan untuk menyesatkan proses penyelidikan," tambahnya.

Polisi menduga kuat ada upaya sengaja untuk mengacaukan investigasi. Karena itu, Budi punya harapan besar pada masyarakat.

"Kami berharap untuk masyarakat juga bijak agar penyelidikan ini fokus dan tidak terganggu, tidak terintervensi oleh hal-hal yang dibuat sengaja untuk menyesatkan," ucapnya.

Dia meminta publik memberikan ruang dan waktu kepada penyidik. Dengan begitu, proses hukum bisa berjalan tuntas dan pelaku segera dicokok.

"Kami juga memohon kepada seluruh warga masyarakat untuk memberi ruang kepada penyidik, waktu, agar penanganan penyelidikan ini paripurna dan kita dapat melakukan mengejar pelaku yang melakukan penyiraman terhadap cairan berbahaya kepada aktivis," imbuh Budi.

Peristiwa yang menyasar Andrie Yunus ini terjadi Kamis (12/3) malam lalu di Jakarta Pusat. Saat itu, ia baru saja menghadiri acara podcast di kantor YLBHI dan sedang dalam perjalanan pulang. Dua orang pelaku mendatanginya dan menyiramkan cairan keras sebuah aksi yang kini tengah dikejar polisi, di tengah hiruk-pikuk informasi yang simpang siur.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar