Aksi saling serang ini berimbas langsung pada lalu lintas dagang global. Selat Hormuz, jalur vital pengapalan minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk, praktis mengalami blokade de facto. Dampaknya langsung terasa: harga energi di pasar dunia melonjak.
Menanggapi situasi ini, pejabat Iran juga memberikan pernyataan. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada Kamis menyebutkan bahwa aturan baru untuk Selat Hormuz sedang disusun.
Aturan itu nantinya akan mengatur lalu lintas kapal, baik militer maupun niaga. Namun, Gharibabadi menambahkan, pembahasan tentang tarif atau pungutan masih terlalu prematur untuk dibicarakan sekarang.
Jadi, sementara negosiasi dan aturan baru masih digodok, beberapa negara seperti Turki sudah bergerak. Mereka menyiapkan plan B, berjaga-jaga untuk menghadapi ketidakpastian yang mungkin masih panjang.
Artikel Terkait
Polres Bogor Gagalkan Praktik Pengoplosan Gas, Kerugian Negara Capai Rp13,2 Miliar per Bulan
BNPB Tinjau Kerusakan Gereja Pascagempa 7,6 M, Pastikan Penanganan Segera
Jenazah Kapten TNI Gugur di Lebanon Tiba Besok, Disemayamkan di Bandung
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Jailolo, Maluku Utara, Dirasakan hingga Bitung