Namun begitu, pujian internasional paling besar justru datang dari sisi inklusivitasnya. Indonesia kan luas, dengan medan dan akses yang beragam. Nah, teknologi IFP ini dirancang agar tetap bisa dipakai di daerah terpencil sekalipun. Fitur utamanya ada dua: pertama, bisa dipakai secara daring maupun luring. Kedua, ada opsi tenaga surya untuk sekolah-sekolah yang belum terjangkau listrik stabil.
Manfaatnya pun merembet ke luar pelajaran formal. Seorang siswa bercerita, dengan akses digital ini ia bisa mendalami teknik olahraga favoritnya lewat tayangan visual pertandingan profesional. Jadi, fungsinya lebih dari sekadar alat ajar di kelas.
Intinya, Indonesia tidak cuma ikut-ikutan tren. Negeri ini sedang membangun fondasi nyata untuk generasi masa depannya. Transformasi pendidikan berbasis teknologi ini membuktikan satu hal: kesenjangan digital itu bisa dijembatani, asal ada kebijakan yang tepat dan infrastruktur yang adaptif dengan kondisi nyata di lapangan.
Ditulis oleh Fityan
Editor: Redaksi
Artikel Terkait
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang
Tiga Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kaimana Ditutup Sementara Gara-gara IPAL Tak Standar
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel
Sari Roti Ekspansi ke Industri Pakan Ternak, Manfaatkan Roti Sisa Produksi