Lalu, bagaimana sebenarnya Yang Hansen bisa bergabung dengan Blazers? Rupanya, dia tiba di Portland lewat jalur yang tak biasa: trade. Hak atas Hansen diperoleh Blazers dari Memphis Grizzlies pada malam draft 2025, setelah Grizzlies memilihnya di urutan ke-16.
Sebelum ramai di radar NBA, pemain setinggi 213 cm ini sudah lebih dulu menghabiskan dua musim bersama Qingdao Eagles di liga top Tiongkok, CBA. Namanya pun melambung. Hansen tercatat sebagai pemain kesembilan asal Tiongkok yang terpilih dalam draft NBA, sekaligus yang peringkatnya tertinggi sejak Yi Jianlian pada 2007.
Di musim pertamanya, peran Hansen memang masih terbatas. Dia tampil di 41 pertandingan, dengan statistik rata-rata 2,3 poin dan 1,6 rebound dalam 7,2 menit per game. Meski statistiknya belum mentereng, banyak yang melihatnya sebagai proyek jangka panjang yang menjanjikan bagi masa depan Blazers.
Kasus ini, pada akhirnya, jadi pengingat keras untuk semua tim di liga. Aturan soal kontak dengan pemain yang belum eligible itu ditegakkan secara serius. Bahkan aktivitas scouting di luar negeri, jauh sebelum draft, tak luput dari pengawasan ketat liga.
Artikel Terkait
Karyawan PT Dua Kuda Indonesia Demo, Tolak Kepailitan Perusahaan Sehat
Kemenparekraf Sediakan Kanal Pengaduan, Respons Maksimal Tujuh Hari Kerja
KPK Periksa Sejumlah Biro Haji Pekan Depan Terkait Kasus Korupsi Kuota
Marinir Sampaikan Prihatin atas Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Anak di Gresik