Jakarta, Rabu sore – Rupiah ternyata berhasil mengakhiri perdagangan dengan catatan hijau. Mata uang kita menguat 58 poin, atau sekitar 0,34 persen, ke level Rp16.983 per dolar AS. Posisi ini naik dari penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.041. Sebuah kenaikan yang cukup melegakan di tengah tekanan yang masih membayangi.
Namun begitu, ceritanya agak berbeda jika kita lihat dari Kurs JISDOR Bank Indonesia. Indikator satu ini justru bergerak melemah tipis ke Rp17.002 per dolar, dari posisi sebelumnya Rp16.999. Jadi, ada semacam sinyal campur aduk di pasar.
Menurut Muhammad Amru Syifa dari Research and Development ICDX, kondisi rupiah saat ini memang fluktuatif. Tekanan dari luar negeri masih sangat dominan, dan itu membuat pergerakannya naik-turun.
"Dari sisi global, pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh dolar AS, meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan, serta kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah," ucap dia kepada Antara, Rabu, 1 April 2026.
Artikel Terkait
Jerman Minta Tiongkok Gunakan Pengaruh di Iran untuk Perundingan dengan AS
Wisatawan Belgia Dideportasi dari Bali Usai Lompat Tebing dengan Motor dan Kabur dari Ganti Rugi
Wakil Ketua MPR: Pasar Minyak Dunia Jadi Sellers Market, Indonesia Perkuat Diplomasi Energi
Kapolda Riau Tinjau Langsung Karhutla, Tegaskan Penegakan Hukum dan Waspadai Ancaman El Nino