Rupiah Menguat ke Rp16.983, Namun Tekanan Eksternal Masih Membayangi

- Rabu, 01 April 2026 | 17:15 WIB
Rupiah Menguat ke Rp16.983, Namun Tekanan Eksternal Masih Membayangi

Amru menjelaskan, situasi global yang seperti itu mendorong para investor mengalihkan dananya ke aset-aset yang dianggap lebih aman. Alhasil, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut tertekan. Belum lagi, pasar masih sibuk memprediksi langkah The Fed soal suku bunga dan menunggu rilis data ekonomi AS. Semua itu jadi sentimen utama yang bikin dagangan sapi was-was.

Di sisi lain, upaya dari dalam negeri juga terus dilakukan. Kebijakan Bank Indonesia lewat instrumen SVBI dan SUVBI diperkirakan bisa membantu menjaga stabilitas dan likuiditas valas. Meski begitu, langkah-langkah itu dinilai belum cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan rupiah secara keseluruhan. Tekanan eksternal masih terlalu besar.

"Dalam jangka pendek, dinamika global masih menjadi faktor penentu utama pergerakan nilai tukar," kata Amru.

Jadi, intinya, rupiah memang sempat bernapas lega di penutupan hari ini. Tapi perjalanannya ke depan masih akan dipenuhi gejolak. Semuanya tergantung pada angin yang berhembus dari luar.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar