Gagal Lagi, Sepak Bola Italia Jadi Bahan Perdebatan Politik
ROMA Untuk ketiga kalinya beruntun, Italia tak berhasil melangkah ke Piala Dunia. Kekalahan ini bukan cuma soal prestasi di lapangan hijau. Di parlemen, gelombang kekecewaan langsung berubah jadi perdebatan sengit. Pada Rabu lalu, suara-suara menuntut perubahan di tubuh federasi sepak bola nasional terdengar kencang.
Partai Brothers of Italy (FdI), misalnya, mendesak Menteri Olahraga Andrea Abodi untuk segera memberi penjelasan. Mereka menyebut situasi ini sebagai "kegagalan sepak bola Italia."
Di sisi lain, Liga (Lega) punya tuntutan lebih radikal. Mereka menginginkan reformasi total. Bagaimana caranya? Antara lain dengan membatasi kuota pemain non-Uni Eropa dan memberi lebih banyak peluang bagi talenta muda Italia di skuat utama klub-klub.
Suasana panas ini merambah ke sejumlah menteri. Menteri Pertanian Francesco Lollobrigida dengan tegas menyatakan bahwa harus ada yang bertanggung jawab atas kekacauan ini. Pernyataannya menambah tekanan yang sudah sedemikian berat.
Tekanan paling langsung tertuju pada Gabriele Gravina, sang ketua federasi. Wakil Ketua Kamar Dagang, Giorgio Mule, kembali menyerukan pengunduran dirinya. Menurut Mule, ada upaya perlindungan dari dalam yang membuat Gravina tetap bertahan di posisinya.
Menghadapi gempuran, Gravina tak mengelak. Dia mengakui bahwa krisis ini nyata. Namun begitu, dia punya pandangan lain soal solusinya.
Reformasi tidak bisa hanya dibebankan pada federasi. Ini butuh refleksi lebih luas yang melibatkan liga dan klub-klub. Semua pihak harus duduk bersama.
Pernyataannya seperti ingin mengingatkan bahwa masalah sepak bola Italia rumit dan berlapis. Bukan sekadar urusan satu dua orang. Tapi, di tengah kegeraman publik yang meluap, argumen itu mungkin akan sulit didengar.
Disusun dari berbagai laporan.
Artikel Terkait
Al Nassr di Ambang Gelar Juara, Ronaldo Wajib Menang Lawan Damac
Persib di Ambang Gelar Juara, Ramon Tanque Ingatkan Waspadai Persijap
Mohamed Salah Rela Potong Gaji Hingga Setengah Demi Bertahan di Sepak Bola Eropa
Malut United Pincang di Laga Penentu, Delapan Pemain Absen Hadapi Borneo FC