Polisi akhirnya membongkar aksi seorang dukun penipu di kawasan Kemang, Bogor. Modusnya klasik: menggandakan uang. Tapi yang didapat korban justru uang palsu senilai lebih dari setengah miliar rupiah. Pelaku, seorang pria berinisial MP (39), berhasil diamankan setelah dua pekan penyelidikan.
Semuanya berawal dari laporan warga. Ada seseorang yang menawarkan jasa ajaib, bisa melipatgandakan uang dalam jumlah besar.
"Informasi dari masyarakat itu kami telusuri," jelas AKBP Martuasah Tobing, Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers Rabu (1/4/2026) lalu.
"Orang ini menjanjikan uang, dan menyebut uang itu bisa digandakan. Klaim seperti itu tentu mencurigakan."
Tim dari Subdit Ekbang pun bergerak. Dipimpin AKBP Robby Syahfery, mereka menyisir wilayah hukum Polda Metro Jaya. Setelah hampir dua minggu melakukan pendalaman dan analisis, sasaran akhirnya jelas: sebuah hotel di Jalan PWRI, Pondok Udik, Kemang.
Penggerebekan pun dilakukan. Di sana, polisi menangkap MP. Barang buktinya satu peti berisi uang palsu.
"Tersangka dan barang bukti langsung kami bawa ke Polda Metro untuk penyidikan lebih lanjut," imbuh Martuasah.
Trik Kotak Ajaib dan Uang Palsu
Menurut penjelasan AKBP Robby Syahfery, uang palsu itu adalah alat untuk menjerat korban. MP mencetaknya khusus untuk membuat skema penggandaannya terlihat meyakinkan.
"Dia siapkan kotak khusus untuk menipu calon korban," kata Robby.
"Jadi korban kasih uang asli, lalu dimasukkan ke kotak itu. Hasil 'penggandaannya'? Ya uang palsu yang sudah dia siapkan dari awal. Kotaknya cuma alat peraga biar kelihatan nyata."
Robby juga mengungkapkan pengakuan tersangka. Rupanya, MP pernah mencoba membuat uang palsu tahun lalu untuk bayar utang. Gagal total karena ketahuan.
Atas aksinya kali ini, dia dijerat Pasal 374, 375, dan 20 KUHP tentang pemalsuan dan pengedaran uang palsu. Polisi masih mendalami apakah ada korban lain atau jaringan yang terlibat.
Di sisi lain, Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memberi penegasan soal jumlah barang bukti.
"Uang palsu yang kami amankan ada 12.191 lembar," ujarnya tegas.
"Tapi kami tidak akan mengonversinya ke nilai rupiah. Ya jelas, soalnya itu bukan uang asli. Menyebut nominalnya justru bisa menyesatkan."
Budi pun mengingatkan masyarakat. Waspadalah. Selalu terapkan metode 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang. Kalau perlu, pakai sinar ultraviolet untuk memastikan keaslian uang.
Dan yang paling penting, jika melihat atau menduga ada kejahatan di sekitar, segera hubungi polisi. Call center 110 selalu siap menerima laporan.
Artikel Terkait
Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung Capai 70 Persen, Ditargetkan Normal Awal Pekan Depan
Pemerintah Sidoarjo Intensifkan Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak Lewat Edukasi hingga Penguatan Layanan
Polisi Beberkan Motif Suami-Istri Pemilik WO di Jakarta Timur: Sistem Gali Lubang Tutup Lubang
Jokowi Ikut Viral Lagu Mas Bahlil Ganteng, Sekjen Golkar: Bukti Kepekaan pada Anak Muda