Beijing. Di tengah ketegangan yang terus memanas antara Washington dan Teheran, China secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap upaya mediasi yang digalang Pakistan. Tak sendirian, Pakistan bergerak bersama Arab Saudi, Turki, dan Mesir dalam upaya meredakan perang yang mengancam stabilitas kawasan.
“China mendukung semua upaya untuk meredakan ketegangan,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning dalam sebuah konferensi pers di Beijing, Senin (30/3). Ia menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah Pakistan dan mendorong negara itu untuk terus menjalankan peran mediatornya. Menurut Mao, dialog adalah satu-satunya jalan keluar.
“Kami menyerukan semua pihak untuk memulai pembicaraan perdamaian sesegera mungkin,” tambahnya. China siap berkoordinasi dengan Pakistan dan pihak lain untuk mencapai gencatan senjata. Konflik berkepanjangan, kata Mao, tidak menguntungkan siapa pun.
Di sisi lain, pernyataan dari Iran justru terasa lebih dingin. Juru Bicara Kemenlu Iran, Esmaeil Baqaei, mengklarifikasi bahwa negosiasi langsung dengan AS belum terjadi. “Kontak yang ada baru sebatas pesan yang disampaikan melalui perantara,” ujarnya pada hari yang sama.
Baqaei bahkan mempertanyakan niat diplomatik Amerika. “Saya tidak tahu berapa banyak orang di AS yang menganggap serius klaim diplomasi Amerika,” katanya dengan nada skeptis. Ia menegaskan posisi Iran yang konsisten, berbeda dengan pihak lain yang dianggapnya plin-plan.
Soal pertemuan yang diinisiasi Pakistan, Baqaei menyebut Iran tidak ikut serta. “Baik jika negara-negara di kawasan ingin mengakhiri perang,” ucapnya, “tetapi mereka harus paham betul siapa yang memulainya.”
Namun begitu, ada secercah harapan dari pernyataan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar. Dar mengklaim bahwa AS dan Iran sama-sama menyatakan kepercayaan pada Pakistan untuk memfasilitasi dialog. Pakistan, katanya, bersedia menggelar pembicaraan yang berarti dalam beberapa hari ke depan demi solusi yang komprehensif.
Artikel Terkait
1 April: Harsiarnas, Hari Bank Dunia, dan Lupus Alert Day di Balik April Mop
Rembesan Air Keras di Mata Korban Penyiraman Baru Terdeteksi, Ancaman Kebutaan Permanen
Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron