Kelima, kerja sama di bidang teknologi. PT Eblo Teknologi Indonesia dan Hayashi Kinzoku Co., Ltd akan kembangkan ekosistem semikonduktor; desain dan manufaktur chip elektronik serta kecerdasan buatan.
Keenam, MoU terkait kajian untuk Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Rajabasa antara PT Supreme Energy Rajabasa dan INPEX.
Ketujuh, PT Pegadaian dan PT Bank SMBC Indonesia berkolaborasi untuk kontribusi pada ekosistem emas Indonesia serta inklusi keuangan.
Kedelapan, ada MoU tentang Indonesia-Japan Strategic Beauty Partnership yang dijalin PT Nose Herbal Indo dan 2Way World.
Kesembilan, tentang Mandiri Aviation Leasing Fund antara Danantara, Mandiri Investment Management, dan SMBC Aviation Capital.
Kesepuluh, penguatan hubungan kerja sama antara JETRO dan PT Danantara Investment Management.
Dan yang kesebelas, MoU tentang Hululais Geothermal Power Plant Project antara Pemerintah Indonesia dengan JICA.
Dari daftar panjang itu, terlihat jelas arahnya. Kerja sama Indonesia-Jepang tak lagi sekadar wacana, tapi sudah masuk ke tahap implementasi yang konkret dan bernilai tinggi.
Artikel Terkait
BMKG Samarinda: Ekuinoks Picu Suhu Mencapai 34 Derajat Celsius
Polda Riau Ungkap 3.164 Kasus Narkoba dan Pecat 18 Anggotanya Sendiri
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian Motor di Batuceper Saat Dorong Kendaraan Hasil Curian
RSU Muslimat Ponorogo Resmikan Gedung Gus Dur, Perkuat Layanan Ibu dan Anak