Serangan ini bukanlah yang pertama. Sebulan sebelumnya, tepatnya pada 28 Februari, AS dan Israel sudah lebih dulu melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan itu menimbulkan kerusakan material yang tidak sedikit dan, yang lebih tragis, merenggut nyawa warga sipil.
Iran tentu saja tidak tinggal diam. Sebagai balasan, mereka kemudian meluncurkan serangan balik ke wilayah Israel dan beberapa fasilitas militer Amerika yang berada di kawasan Timur Tengah. Siklus serang-balas ini semakin memanaskan situasi yang sudah lama memanas.
Di sisi lain, insiden pemadaman kali ini mengingatkan pada peringatan keras Iran sebelumnya. Negeri itu pernah menyatakan akan membalas dengan lebih luas dan keras jika fasilitas pembangkit listriknya menjadi sasaran. Ancaman itu kini terasa semakin nyata dan dekat.
Artikel Terkait
Subaru Sambar 2026 Perbarui Fitur Keselamatan, Pertahankan Desain Ikonik
Petugas Bersihkan Tumpukan Sampah Pasar Kramat Jati, Tapi Hanya Bantuan Darurat
Mayjen (Purn) Soenarko Pimpin Gugatan Warga ke PN Jaksel Soal Penanganan Kasus Ijazah Presiden
IHSG Anjlok 1,74% di Awal Pekan, Sentimen Global Tekan Pasar