Namun begitu, pergeseran ke digital tidak serta-merta menggerus peredaran uang tunai. BI Kaltim juga memantau dinamika uang kartal. Yang menarik, pada periode yang sama, sektor perbankan di Kaltim justru mencatat kondisi net inflow. Artinya, uang yang masuk ke bank lebih besar daripada yang keluar, dengan nilai mencapai Rp2,9 triliun.
Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi lokal. Likuiditas perbankan di awal tahun ini tetap terjaga dengan baik.
Jadi, gambaran yang muncul adalah dua sisi yang saling melengkapi. Di satu sisi, QRIS dan transaksi digital meroket. Di sisi lain, arus uang tunai tetap stabil. Semuanya berkontribusi pada iklim ekonomi Kaltim yang tampak sehat dan bertenaga.
Artikel Terkait
MotoGP Qatar 2026 Resmi Ditunda ke November, Seri Penutup Juga Bergeser
Pemerintah Gandeng Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap Korban Longsor Tapanuli Utara
Korlantas Siapkan Rekayasa One Way di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Transjakarta SH2 Catat 19.000 Penumpang Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2026