Arab Saudi Gandeng Perusahaan AS, Taksi Terbang Segera Melayang di Langit Riyadh

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 14:25 WIB
Arab Saudi Gandeng Perusahaan AS, Taksi Terbang Segera Melayang di Langit Riyadh

Riyadh bakal segera ramai dengan taksi terbang. Kabar ini datang setelah Arab Saudi mengumumkan kerja sama dengan perusahaan penerbangan asal Amerika Serikat, Archer Aviation. Ya, perusahaan yang dikenal jago soal pesawat lepas landas dan mendarat vertikal atau VTOL itu resmi diajak bermitra.

Penandatanganan kesepakatan berlangsung di sela acara CoMotion Global Summit di ibu kota. Para pejabat senior Saudi tampak antusias memaparkan visi mereka. Intinya, mereka yakin teknologi mobilitas udara canggih ini bisa mengubah total cara orang bepergian di pusat-pusat kota tersibuk di negara Teluk tersebut.

Nah, kerja sama ini nggak cuma soal beli pesawat. Mereka akan mulai dari hal mendasar: menyusun kerangka regulasi. Semua standar sertifikasi dan keselamatan harus selaras dengan badan penerbangan AS, FAA. Persiapan untuk operasi komersial pun akan dilakukan setahap demi setahap.

Di sisi lain, ada serangkaian rencana konkret yang akan segera dijalankan. Mulai dari uji terbang percontohan, penilaian infrastruktur yang dibutuhkan, sampai kampanye sosialisasi ke publik. Tujuannya jelas, memastikan semuanya siap ketika taksi terbang ini beroperasi penuh nantinya.

Kapten Suleiman Al Muheimeed, Wakil Presiden Eksekutif GACA untuk Keselamatan Penerbangan, menyambut baik kolaborasi ini.

“Kemitraan ini memperkuat fondasi regulasi dan operasional yang kita butuhkan,” ujarnya. Menurutnya, langkah ini krusial untuk mengintegrasikan pesawat VTOL ke dalam jaringan penerbangan nasional Saudi.

Sementara dari pihak Archer, pendiri sekaligus CEO-nya Adam Goldstein tak kalah semangat. Ia memuji komitmen Arab Saudi dalam membangun ekosistem transportasi masa depan.

“Kami merasa terhormat menjadi bagian dari upaya transformatif ini,” kata Goldstein.

Ia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan bisa menghadirkan transportasi udara yang lebih berkelanjutan dan tak terlalu bising untuk jutaan penduduk. Sebuah langkah awal yang menarik untuk dilihat perkembangannya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar