Korban meninggal adalah pemilik warung itu sendiri, Uin Karnia. Dia tewas di tempat kejadian. Proses evakuasi jenazahnya dikatakan cukup sulit karena sempat tertimbun reruntuhan. Dua korban lain, syukurlah, hanya mengalami luka-luka ringan. Jenazah Uin Karnia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Reyhan Cipeundeuy.
Di sisi lain, truk yang sudah melintang di badan jalan itu bikin masalah baru. Proses mengangkatnya memakan waktu lama. Akibatnya, arus lalu lintas dari dua arah macet total dan tersendat berjam-jam. Sampai berita ini diturunkan, Unit Laka Lantas Polres Subang masih mendalami kasus ini.
Pasca-kejadian, warga sekitar langsung bergerak. Mereka bergotong royong membersihkan lokasi dan membantu petugas. Sementara itu, pesan dari polisi jelas: pastikan kondisi fisik dan kendaraan benar-benar fit sebelum menyetir. Imbauan yang klise mungkin, tapi nyatanya masih sering diabaikan.
Kecelakaan ini meninggalkan kepiluan mendalam bagi keluarga korban dan warga setempat. Sebuah warung yang biasanya ramai, kini hanya tinggal kenangan dan tumpukan kayu.
Artikel Terkait
MotoGP Qatar 2026 Resmi Ditunda ke November, Seri Penutup Juga Bergeser
Pemerintah Gandeng Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap Korban Longsor Tapanuli Utara
Korlantas Siapkan Rekayasa One Way di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Transjakarta SH2 Catat 19.000 Penumpang Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2026