Di tengah ketegangan global yang memanas, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia justru menyampaikan kabar yang cukup menenangkan. Ia menegaskan stok energi dalam negeri masih aman, meski gelombang dampak konflik AS-Iran terasa hampir di seluruh penjuru dunia. Pernyataan ini disampaikannya di Jawa Tengah, Kamis lalu.
Soal cadangan minyak, Bahlil mengaku angka saat ini masih berada dalam batas standar minimal nasional, yaitu sekitar 21 hingga 28 hari. Tapi ia buru-buru meluruskan, jangan sampai salah paham. "Ini bukan berarti BBM kita akan habis dalam waktu sebulan," tegasnya. Menurutnya, situasinya tidak sesederhana itu.
"Sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah, BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi,"
ujar Bahlil dengan nada optimis.
Keyakinannya itu bukan tanpa alasan. Pemerintah, kata dia, sedang menggenjot kinerja kilang-kilang minyak milik negara. Dengan mengoptimalkan fasilitas pengolahan dalam negeri, distribusi cadangan diharapkan bisa kembali lancar. Selain mengolah minyak mentah impor di kilang tersebut, pihaknya juga sudah mencari sumber pasokan alternatif.
Artikel Terkait
KPK Sambut Baik Desakan MAKI agar DPR Bentuk Panja Khusus Usut Penahanan Yaqut
China dan ASEAN Sepakati Dialog untuk Dorong Rekonsiliasi di Myanmar
QS Umumkan 4 Universitas Indonesia Terbaik untuk Ilmu Hayati dan Kedokteran
KPK Buka Alasan Alihkan Status Tahanan Eks Menag Yaqut ke Rumah