Ria Marlinda Paalo punya penjelasan.
"Proyeksi puncak arus balik terjadi tanggal 24 Maret. Terlihat bahwa pola persebaran pengguna jalan ini sangat baik," tuturnya.
"Sehingga dapat terlayani dengan baik gitu ya. Jadi terlihat di gerbang tol Cikampek Utama tidak ada antrian yang cukup berarti gitu dengan lonjakan yang signifikan," sambungnya.
Kunci kelancaran itu, kata Ria, tak lepas dari strategi rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Skema one way nasional dan contraflow dinilai berhasil menyebarkan beban kendaraan.
"One way nasional jalan, kontraflow pun diberlakukan. Sehingga persebaran pengguna jalan di arus balik ini dapat terlayani dengan baik," jelasnya.
Jadi, meski angka 106 ribu kendaraan terdengar menakutkan, nyatanya arus lalu lintas masih bisa dikelola. Sebuah pencapaian yang patut dicatat di tengah tradisi mudik dan balik yang selalu padat merayap ini.
Artikel Terkait
Herdman: Kemenangan di FIFA Series Bukan Harga Mati, Fondasi untuk 2030 Lebih Penting
Menteri ESDM Tegaskan Stok Energi Nasional Aman di Tengah Konflik Global
Wagub Kaltara Soroti Kondisi Jembatan dan RS Rusak di Perbatasan Apau Kayan
Spekulasi Hubungan Baru Pratama Arhan dengan Selebgram Inka Andestha