Paradoksnya, sambil memangkas di satu sisi, Meta justru agresif memburu talenta baru di bidang AI generatif dan pengembangan agen cerdas. Mereka bahkan menjalin kerja sama dengan startup Dreamer, yang membawa kembali mantan eksekutif Hugo Barra ke dalam kancah persaingan ini melalui Superintelligence Labs.
Tak cuma di level staf, barisan pimpinan puncak juga mendapat perhatian khusus. Sejumlah nama seperti CFO Susan Li dan CTO Andrew Bosworth dikabarkan mendapatkan paket insentif saham dengan target kinerja yang sangat ambisius untuk lima tahun ke depan.
Juru bicara Meta menegaskan hal ini.
Jadi, sementara ratusan karyawan harus merelakan posisinya, perusahaan justru memasang taruhan tinggi pada masa depan dengan AI sebagai andalan utamanya.
Artikel Terkait
Swedia Hadapi Ukraina di Play-off Tanpa Striker Andalan Alexander Isak
Fadli Zon: Kolaborasi Lintas Generasi Kunci Pelestarian Budaya Indonesia
KPK Sambut Baik Desakan MAKI agar DPR Bentuk Panja Khusus Usut Penahanan Yaqut
China dan ASEAN Sepakati Dialog untuk Dorong Rekonsiliasi di Myanmar