Pekanbaru baru saja punya kebanggaan baru. Di tengah kota, tepatnya di kawasan eks Dinas Kesehatan Jalan Dahlia, Sukajadi, kini berdiri sebuah lapangan mini soccer yang bisa dipakai siapa saja, gratis. Namanya Kencana Mini Soccer. Yang menarik, fasilitas ini disebut-sebut sebagai yang pertama di Indonesia yang dibangun dan dikelola langsung oleh pemerintah daerah untuk umum tanpa biaya.
Jangan bayangkan lapangan seadanya. Dari rumput sintetis, ukuran, drainase, sampai lampu penerangan, semuanya dibuat sesuai standar internasional. Bisa dipakai dari pagi sampai malam hari. Menurut Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, ini lebih dari sekadar proyek fisik biasa.
"Ini lapangan mini soccer milik Pemda, gratis untuk masyarakat, dan kualitasnya setara lapangan internasional," tegas Agung.
"Ini bukan sekadar membangun lapangan, tapi menghadirkan keadilan akses olahraga."
Bagi Agung, prinsipnya sederhana tapi tegas. Apa pun yang dibangun menggunakan uang rakyat, harus kembali sepenuhnya untuk kemaslahatan mereka. Itu komitmennya.
"Dari rakyat, harus kembali untuk rakyat," ujarnya menegaskan.
Dan rupanya, ini baru permulaan. Konsep serupa rencananya akan dikembangkan merata di semua kecamatan. Nantinya, setiap wilayah punya fasilitas olahraga unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Ada yang dapat lapangan voli, fokus ke futsal, atau mini soccer seperti ini.
"Kita ingin pemerataan. Setiap kecamatan punya fasilitas olahraga gratis yang layak dan berkualitas," jelas Agung.
Pengelolaannya pun tak boleh asal. Prinsip tertib, aman, dan berkelanjutan jadi prioritas. Ada konsep 'masuk bersih, pulang bersih' yang diharapkan bisa jadi kesadaran bersama agar fasilitas ini awet dan bisa dinikmati anak cucu kelak.
Di sisi lain, program ini jelas selaras dengan visi menjadikan Pekanbaru kota yang sehat dan inklusif. Keberadaan ruang publik semacam ini diharapkan bisa menjadi wadah positif bagi anak muda dan komunitas untuk beraktivitas.
Dengan langkah ini, Pekanbaru berpotensi jadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. Soal bagaimana menyediakan fasilitas publik yang berkualitas, adil, dan benar-benar memihak kepentingan masyarakat banyak.
"Pemerintah harus hadir bukan hanya membangun, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat," tutup Agung.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi, Status Siaga Level III dan Zona Bahaya Dipertegas
Ketua Umum TP PKK Pusat Dukung Minyak Kemiri Belu Jadi Produk Unggulan dan Potensi Ekspor
Enam Tewas dalam Penembakan Acak di Kyiv, Pelaku Dinonaktifkan
Jenazah Pria Ditemukan Membusuk di Rumahnya di Bojonggede Setelah Diduga Dua Bulan