Di sisi lain, dari Washington ada secercah harapan. Pemerintah AS menyebut negosiasi damai dengan Iran masih berjalan. Mereka menilai pembicaraan berlangsung produktif dan berpotensi mencapai kesepakatan dengan Teheran.
Laporan menyebutkan proposal perdamaian dari Presiden Donald Trump itu terdiri dari lima belas poin. Intinya, dokumen itu menekankan pentingnya Iran menghentikan pengembangan teknologi nuklir. Trump meminta Teheran menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi, menghentikan program pengayaan, membatasi program rudal balistik, dan menghentikan dukungan kepada sekutu regionalnya di Timur Tengah.
Namun begitu, respons Iran masih belum jelas. Mereka dikabarkan masih meninjau proposal tersebut, meski sebelumnya sempat bersikap keras dan menolak bernegosiasi dengan Washington. Kabar tentang pembicaraan damai sempat membuat harga minyak sedikit melemah, tapi ketidakpastian yang masih membayangi membuat pasar tetap gugup. Setiap perkembangan geopolitik, terutama yang berbau eskalasi, langsung disambut dengan reaksi sensitif.
Peringatan dari BlackRock ini pada dasarnya mengingatkan kita semua: dampak konflik Timur Tengah jauh melampaui batas geografis kawasan. Guncangannya berpotensi merusak stabilitas ekonomi global untuk jangka panjang, terlebih jika gangguan pasokan energi ini tak kunjung menemui jalan keluar.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH Satu Hari untuk Hemat BBM
Bentrokan Dua Kampung Warna-i Festival Kuluwung di Jonggol
Australia Larang Sementara Kedatangan Warga Iran Terkait Konflik Timur Tengah
Enam Tim Berebut Dua Tiket Terakhir Piala Dunia 2026 Lewat Play-off