Ada satu klaim dari media Jepang yang dibantah habis-habisan oleh Lin Jian. Beredar kabar bahwa sang penyusup hanya berniat menyampaikan pendapat kepada Duta Besar.
Saat ini, pelaku telah diserahkan ke Kepolisian Metropolitan Tokyo dan menjalani interogasi.
Insiden ini, sayangnya, bukan hal yang terisolasi. Ia datang di tengah hubungan kedua negara yang memang sedang memburuk. Ketegangan memuncak sejak November 2025 lalu, setelah pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan. Saat itu, Takaichi menyebut penggunaan kekuatan militer China terhadap Taiwan dapat menciptakan "situasi yang mengancam kelangsungan hidup" bagi Jepang.
Pernyataan itu ditafsirkan sebagai sinyal bahwa Jepang mungkin akan terlibat militer jika terjadi konflik di Selat Taiwan. Beijing pun murka. Serangkaian tindakan balasan diambil: impor produk laut Jepang kembali ditangguhkan, pertemuan pejabat tinggi diputus, hingga imbauan untuk tidak berkunjung atau belajar ke Jepang. China juga berjanji akan membalas tegas setiap keterlibatan militer Tokyo dalam urusan Taiwan.
Jadi, insiden penyusupan ini bagai bensin yang ditumpahkan di atas bara. Ia memperkeruh suasana yang sudah panas. Dan kini, semua mata tertuju pada respons Tokyo selanjutnya.
Artikel Terkait
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi
Arus Balik di Daop 1 Jakarta Masih Dominasi Kedatangan, Capai 52 Ribu Penumpang
Marcos Santos Catat 8 Kemenangan di 24 Laga Pertama Bersama Arema FC
Polisi Tetapkan 7 Anggota KKB sebagai Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw